Jenis suku bunga bank
PERBEDAAN SUKU BUNGA BANK FLAT,EFEKTIF dan ANUITAS
Saat kita mengambil kredit sering kali kita tidak memperhatikan suku bunganya secara detail, ada beberapa perhitungan suku bunga yang dipakai bank ataupun koperasi simpan pinjam, ada yang nampaknya prosentasenya rendah tapi nilai nominal bunganya tinggi dan ada yang prosentsenya tinggi tapi nilai nominal bunganya rendah,
Pada kesempatan ini, 7 menit leih tahu akan mengulas tentang perhitungan suku bunga bank, berikut ini beerapa perhitungan suku bunga bank yang perlu anda ketahui :
1. Suku Bunga Flat
Suku bunga Flat sering dgunakan pada kredit kepemilikan kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan, suku bunga biasanya terdapat pada list harga dan nilai angsuran yang harus dibayar secara tetap sampai kredit lunas, Model suku bunga ini banyak kita temui di Brosur-brosur kendaraan bermotor
Contoh perhitungan bunga flat arti dibawah ini :
Pokok pinjaman : Rp12.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan
Cicilan pokok :
Rp12.000.000 : 12 bulan = Rp1.000.000/bulan
Bunga :
(Rp12.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp100.000
Angsuran per bulan :
Rp1.000.000 + Rp100.000 = Rp1.100.000
Jadi angsuran yang harus dibayarkan hingga pinjaman lunas adalah tetap Rp1.100.000 tiap bulan.
2. Perhitungan Bunga Efektif
Meski nilai prosentasenya sama, Suku bunga efektif lebih kecil nilai nominalnya dibandingkan suku bunga flat, bunga efektif biasanya dapat kita temui pada kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit kepemilikan apartemen, jenis bunga ini dihitung berdasarkan jumlah sisa pokok hutang yang belum terbayarkan, semakin lama nilai bunga pinjaman maka semakin rendah sisa pinjaman Anda pada bulan berikutnya.
Pokok pinjaman : Rp. 12.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan
Cicilan pokok :
Rp. 12.000.000 : 12 bulan = Rp. 1.000.000/bulan
Bunga bulan 1 :
((Rp. 12.000.000 – ((1-1) x Rp. 1.000.000)) x 10% : 12 = Rp 100.000
Cicilan bulan 1 = Rp. 1.000.000 + Rp. 100.000 = Rp. 1.100.000
Bunga bulan 2 :
((Rp. 12.000.000 – ((2-1) x Rp. 1.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 91.666
Cicilan bulan 2 = Rp. 10.000.000 + Rp. 916.667 = Rp. 10.916.667
Bunga bulan 3 :
((Rp. 12.000.000 – ((3-1) x Rp. 1.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 83.333
Cicilan bulan 3 = Rp. 1.000.000 + Rp. 83.333 = Rp. 1.083.333
Dan seterusnya.
3. Perhitungan Bunga Anuitas
Pada bunga anuitas sebenarnya hampir sama dengan bunga efektif, jika pada bunga efektif angsuran pokok diperoleh dari jumlah sisa pinjaman dibagi dengan tenor kredit. Sedangkan pada bunga anuitas ini angsuran pokok diperoleh dari total angsuran yang sudah ditetapkan kemudian dikurangi dengan hasil perhitungan bunga anuitas
Rumus Angsuran perbulan = P x (i/12) / [1-(1+i/12)^-t]
P = jumlah pinjaman
i = bunga per tahun
t = periode (bulan)
Pokok pinjaman : Rp.12.000.000
Bunga per tahun : 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan
Cicilan pokok : 12.000.000 x (i/12) / [1-(1+i/12)^-t] = Rp1.054.990
4. Bunga Tetap dan Bunga Mengambang (Bunga Mengikuti suku bunga)
a. Bunga Tetap
Bunga tetap ini adalah bunga yang tidak berubah-ubah presentasi bunganya tetap akan selalu sama dari awal meminjam sampai pelunasan penagihan
b. Bunga Mengambang
Ada banyak hal yang mempengaruhi langkah mengambang ini seperti pergerakan kondisi pasar, apabila pemasaran menurun maka pinjaman juga ikut menurun begitupun sebaliknya jika suku bunga naik maka bunga yang dipinjamkan juga ikut naik.
Demikianlan ulasan tentang Suku bunga bank, mulai sekarang silakan dicek dan tanyakan dulu suku bunga yang dipakai sebelum memutuskan untuk pinjam bank, Semoga bermanfaat.
Saat kita mengambil kredit sering kali kita tidak memperhatikan suku bunganya secara detail, ada beberapa perhitungan suku bunga yang dipakai bank ataupun koperasi simpan pinjam, ada yang nampaknya prosentasenya rendah tapi nilai nominal bunganya tinggi dan ada yang prosentsenya tinggi tapi nilai nominal bunganya rendah,
Pada kesempatan ini, 7 menit leih tahu akan mengulas tentang perhitungan suku bunga bank, berikut ini beerapa perhitungan suku bunga bank yang perlu anda ketahui :
1. Suku Bunga Flat
Suku bunga Flat sering dgunakan pada kredit kepemilikan kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan, suku bunga biasanya terdapat pada list harga dan nilai angsuran yang harus dibayar secara tetap sampai kredit lunas, Model suku bunga ini banyak kita temui di Brosur-brosur kendaraan bermotor
Contoh perhitungan bunga flat arti dibawah ini :
Pokok pinjaman : Rp12.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan
Cicilan pokok :
Rp12.000.000 : 12 bulan = Rp1.000.000/bulan
Bunga :
(Rp12.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp100.000
Angsuran per bulan :
Rp1.000.000 + Rp100.000 = Rp1.100.000
Jadi angsuran yang harus dibayarkan hingga pinjaman lunas adalah tetap Rp1.100.000 tiap bulan.
2. Perhitungan Bunga Efektif
Meski nilai prosentasenya sama, Suku bunga efektif lebih kecil nilai nominalnya dibandingkan suku bunga flat, bunga efektif biasanya dapat kita temui pada kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit kepemilikan apartemen, jenis bunga ini dihitung berdasarkan jumlah sisa pokok hutang yang belum terbayarkan, semakin lama nilai bunga pinjaman maka semakin rendah sisa pinjaman Anda pada bulan berikutnya.
Pokok pinjaman : Rp. 12.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan
Cicilan pokok :
Rp. 12.000.000 : 12 bulan = Rp. 1.000.000/bulan
Bunga bulan 1 :
((Rp. 12.000.000 – ((1-1) x Rp. 1.000.000)) x 10% : 12 = Rp 100.000
Cicilan bulan 1 = Rp. 1.000.000 + Rp. 100.000 = Rp. 1.100.000
Bunga bulan 2 :
((Rp. 12.000.000 – ((2-1) x Rp. 1.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 91.666
Cicilan bulan 2 = Rp. 10.000.000 + Rp. 916.667 = Rp. 10.916.667
Bunga bulan 3 :
((Rp. 12.000.000 – ((3-1) x Rp. 1.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 83.333
Cicilan bulan 3 = Rp. 1.000.000 + Rp. 83.333 = Rp. 1.083.333
Dan seterusnya.
3. Perhitungan Bunga Anuitas
Pada bunga anuitas sebenarnya hampir sama dengan bunga efektif, jika pada bunga efektif angsuran pokok diperoleh dari jumlah sisa pinjaman dibagi dengan tenor kredit. Sedangkan pada bunga anuitas ini angsuran pokok diperoleh dari total angsuran yang sudah ditetapkan kemudian dikurangi dengan hasil perhitungan bunga anuitas
Rumus Angsuran perbulan = P x (i/12) / [1-(1+i/12)^-t]
P = jumlah pinjaman
i = bunga per tahun
t = periode (bulan)
Pokok pinjaman : Rp.12.000.000
Bunga per tahun : 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan
Cicilan pokok : 12.000.000 x (i/12) / [1-(1+i/12)^-t] = Rp1.054.990
4. Bunga Tetap dan Bunga Mengambang (Bunga Mengikuti suku bunga)
a. Bunga Tetap
Bunga tetap ini adalah bunga yang tidak berubah-ubah presentasi bunganya tetap akan selalu sama dari awal meminjam sampai pelunasan penagihan
b. Bunga Mengambang
Ada banyak hal yang mempengaruhi langkah mengambang ini seperti pergerakan kondisi pasar, apabila pemasaran menurun maka pinjaman juga ikut menurun begitupun sebaliknya jika suku bunga naik maka bunga yang dipinjamkan juga ikut naik.
Demikianlan ulasan tentang Suku bunga bank, mulai sekarang silakan dicek dan tanyakan dulu suku bunga yang dipakai sebelum memutuskan untuk pinjam bank, Semoga bermanfaat.

0 Response to "Jenis suku bunga bank"
Post a Comment