-->

Sahabat Rasullullah yang jarang diketahui umat muslim

Tahukah Anda, siapakah Abu Ubaidah bin Jarah?




Sebagian besar umat islam hanya mengetahui empat Sahabat Rasulullah yakni Abu Bakar As shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, nah untuk itu 7 menit lebih tahu akan membahas sahabat rosulullah yang punya semangat ber-islam luar biasa,

Nah untuk itu, lanjutnya, perlu saya kenaikan sosok Sahabat lain, yang punya semangat ber-Islam luar biasa.
Suatu ketika ada seseorang bertanya pada baginda Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah siapakah sebenarnya Abu Ubaidah bin Jarah itu? Kemudiam  Rasulullah menjawab atas pertanyaan itu? “ Abu ubaidah bin jarah adalah seorang Muslim yang seperti lebah,”
Dia adalah seorang pemalu tapi ketika berada di medan perang, seperti Perang Badar, Abu Ubaidah bin Jarah seperti seekor singa ganas yang menerkam musuh-musuh Allah,”
Abu Ubaidah bin Jarah yang dikejar-kejar ayahnya yang bernama Amir bin Abdullah bin Jarah, yang akhirnya dibunuh Abu Ubaidah sendiri dalam sebuah peperangan dan kondisi yang sangat terdesak.
Abu Ubaidah bin Jarah, selalu ikut Nabi dalam setiap perang sehingga beliau dijuluki sang Pembebas Syam, Beliaulah seorang gubernur yang tidak ada perabotan di rumahnya, yang ada hanya tameng dan pedang,
Ketika Abu Ubaidah bin Jarah terkena penyakit kusta. Rasulullah saw melarangnya untuk ikut berperang namun Abu ubaidah bin jarah tetap bersih keras untuk ikut, dan memberikan pesan untuk umat Islam, “Jangan sekali-kali engkau tertipu dengan dunia. Dunia mengubah kami kecuali engkau,”
Setelah perang uhud berakhir, abu ubaidah bin jarah mendapati sebatang gigi taring Rasulullah saw. telah patah. Badan beliau juga terluka, Dua mata rantai baju besi melekat di pipi beliau, kemudian Abu ubaidah bin jarah mengjukan diri untuk mencabutnya.“Biarlah saya yang mencabutnya!” kata Abu Ubaidah ketika melihat Abu Bakar menghampiri Rasulullah saw. untuk mencabut kedua mata rantai tersebut, Abu Bakar memberi peluang. Abu ubaidah bin jarah berpikir, jika dicabut dengan tangan, sudah tentu Rasulullah saw. merasa sakit. Lantas digigitnya mata rantai itu dengan sekuat tenaganya dan ditariknya. Mata rantai itu berhasil dicabut. Namun, gigi Abu Ubaidah pun tercabut satu, meski begitu, dia masih berusaha untuk mencabut satu lagi mata rantai yang tertinggal, dan dia juga berhasil mencabutnya meski sekali lagi sebatang giginya harus ikut tercabut. Demi kecintaannya kepada Rasulullah saw., dia sanggup mengorbankan dua batang giginya.
Suatu ketika utusan kaum Nasrani pernah menemui Rasulullah saw untuk meminta tolong kepada rasulullah untuk mengirim seorang sahabat yang cakap untuk menghakimi dikaumnya atas sengketa mengenai harta.
“Silahkan datang pada separoh hari nanti, saya akan mengutus bersama tuan-tuan orang kuat kami yang paling terpercaya,” jawab Rasulullah saw. kepada utusan kaum Nasrani itu.
 Setelah selesai mengerjakan solat Dzuhur, Rasulullah saw. mendekat dan melihat ke kanan dan ke kiri. Beliau melihat kepada Abu Ubaidah bin Jarrah, kemudian memanggilnya sambil berkata: “Pergilah engkau bersama mereka. Putuskan secara adil perselisihan mereka itu.” Abu Ubaidah melaksanakan tugas yang diberikan oleh Rasulullah saw itu dengan sebaik-baiknya. Karena hal itu, dia berhak menyandang gelar “orang kuat yang terpercaya.” Sesuai dengan gelar tersebut, dia terbukti sebagai seorang yang berani menerima amanah. Menerima amanah adalah tanggung- jawab yang berat, tetapi Abu Ubaidah sanggup memikulnya semata-mata mengharapkan keridhaan Allah.
Rasulullah saw. pernah mengirim satu pasukan dari kalangan para sahabat untuk menghadang kafilah Quraisy. Abu Ubaidah dilantik menjadi ketua pasukan tersebut,  Meski bekal yang diberikan hanya 1 karung kurma untuk satu pasukan dan sangat terlalu sedikit, dia melaksanakan amanah itu dengan bijaksana. Anggota-anggota pasukan itu hanya diberi sedikit kurma dalam sehari. Mereka menerima dengan ikhlas. Hal itu berlangsung selama beberapa hari.
Setelah  Rasulullah saw. wafat, para sahabat mengadakan musyawarah memilih seorang khalifah. Pada masa itu, Umar bin al-Khattab mencalonkan Abu Ubaidah.
Umar berkata, “Saya memilihmu dan menyatakan taat setia kepadamu karena saya pernah mendengar Rasulullah saw. mengatakan bahwa sesungguhnya setiap umat memiliki orang yang dipercaya. Sedangkan orang yang paling dipercaya di kalangan umat ini ialah kamu.”
Begitulah keyakinan dan penghormatan Umar bin al-Khattab kepada abu ubaidah bin jarah. Namun, agus ubaidah menolak pencalonan Umar terhadap dirinya. Abu buaidah berkata:
“Saya tidak mau mendahului orang yang pernah disuruh oleh Rasulullah saw. menjadi imam shalat kita sewaktu beliau masih hidup. Meskipun, kini beliau telah wafat, marilah kita imamkan juga dia.”
Abu Ubaidah menujukan kalimat itu n kepada Abu Bakar. Dia merasa Abu Bakarlah yang layak menjadi khalifah lantaran Rasulullah saw. pernah memerintahkan dia menggantikan beliau sebagai imam shalat.
Akhirnya, musyawarah atau perundingan ketika itu menyepakati untuk memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Abu Ubaidah memainkan peranannya sebagai pembantu utama Khalifah.

Dari kisah Abu ubaidah bin jarah, ada empat sifat utama yang harus miliki seorang Muslim, yaitu kuat iman, tidak cinta dunia, qanaah, pemberani, rendah rendah hati.
Demikian beberapa kisah dari sahabat rasulullah Abu ubaidah bin jarah, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

0 Response to "Sahabat Rasullullah yang jarang diketahui umat muslim"

Post a Comment

Atas Artikel

Tengah Artikel

Tengah Artikel

Bawah Post